LARILAH KEMBALI KEPADA ALLAH

Larilah Kembali Kepada Allah photo faringfirrugraveigravelaringllaringh_zpsb9f801c3.gif
Bacalah Selalu Lisan Maupun dalam Hati "YAA SAYYIDII YAA RASUULALLAH"

Selasa, 01 November 2011

MENYANTUNI JANDA DAN ANAK YATIM


اعوذبالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ،
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ،
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ،
Artinya:
(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (2) Itulah orang yang menghardik anak yatim, (3) dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. (QS. Al-Maa-uun: 1-3)


Rasuulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَكَالْقَائِمِ لَا يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ(متفق عليه)

Artinya : Barang siapa yang berusaha membantu janda dan orang miskin maka sama artinya dengan berjuang dijalan Allah. Dan sepertinya beliau bersabda : “atau seperti orang yang selalu sholat sepanjang malam tidak pernah putus dan seperti orang yang berpuasa tidak pernah berbuka (spanjang masa)”. (Hadits disepakati oleh Bukhari dan Muslim)


Di dalam kitab Al-Multaqith diceritakan, bahwa sebagian bangsa Alawiyah (Keturunan Rasulullah) ada yang bermukim di daerah Balkh (Iraq). Ada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami isteri dengan beberapa anak wanita mereka. Keadaan keluarga tersebut serba kekurangan.    

Ketika suaminya meninggal dunia, isteri beserta anak-anak wanitanya meninggalkan kampung halamannya pergi ke Samarkand untuk menghindari ejekan orang di sekitarnya. Kejadian tersebut berlaku pada musim dingin. Saat mereka telah memasuki kota, si ibu mengajak anak-anaknya singgah di masjid, sementara dirinya pergi untuk mencari sesuap nasi.    

Di tengah perjalanan si Ibu berjumpa dengan dua kelompok orang, yang satu dipimpin oleh seorang Muslim yang merupakan tokoh (Syaikh) di kampung itu sendiri, sedang kelompok satunya lagi dipimpin oleh seorang Majusi, pemimpin kampung itu. Si Ibu tersebut lalu menghampiri Sayikh tersebut dan menjelaskan mengenai dirinya.
“Aku mohon agar tuan berkenan memberiku makanan untuk keperluan malam ini!” pinta si Ibu dengan tertunduk malu, air mata pun terurai dari kelopak matanya yg telah berkerut.
”Kemukakaan bukti dan saksi bahwa engkau wanita keturunan Alawiyah”, sahut sang Syaikh.
”Saya seorang yang merantau, dan belum ada seorangpun yang mengenal saya Tuan” jawab si Ibu dengan mengusap air matanya yang terus mengalir deras.
Apa yang terjadi? Syaikh Muslim itu berpaling dan meninggalkan wanita tersebut karena wanita ini tidak dapat memberikan bukti dan saksi. Janda ini amat bersedih atas perlakuan Syaikh Muslim itu.

Di tengah perjalanan berikutnya wanita ini bertemu dengan orang Majusi, dan ia menceritakan keadaannya seperti ia menceritakan kepada Syaikh Muslim tadi. Ternyata orang Majusi ini menyuruh istrinya untuk menjemput anak-anak janda itu dan dibawa ke rumahnya untuk tinggal dan diberikan pakaian beserta makanan yang cukup.
Ketika waktu masuk tengah malam, Syaikh Muslim itu bermimpi seolah kiamat telah terjadi. Dalam mimpinya ia melihat gedung yang begitu indah, dengan rangkaian berlian dan yakut. Kemudian ia menghampiri Rasulullah SAW:
”Yaa Rasuulallah, untuk siapakah gedung ini?”
”Untuk orang muslim yang bertauhid.” jawab Rasulullah.
”Saya muslim yang bertauhid.” kata Syaikh.
“Kemukakan bukti dan saksi bahwa engkau muslim yang tauhid”, sahut Rasuulallah SAW.
Syaikh ini kebingungan…
Kemudian Rasuulullah SAW bersabda:”Ketika engkau didatangi seorang janda Alawiyah, engkau meminta bukti dan saksi, sekarang engkau buktikan bahwa engkau seorang Muslim!”
Sesaat kemudian lelaki muslim itu terbangun dari tidurnya dan air matanya pun jatuh berderai, lalu dia memukuli mukanya sendiri. Dia berkeliling kota untuk mencari wanita Alawiyah yang pernah memohon pertolongan kepadanya, hingga dia mengetahui di mana kini wanita tersebut berada.    

Syaikh Muslim itu segera berangkat ke rumah orang Majusi yang telah menampung wanita Alawiyah beserta anak-anaknya.
“Di mana wanita Alawiyah itu?’ tanya Syaikh Muslim kepada orang Majusi.
“Ada padaku,” jawab si Majusi.
“Aku sekarang menghendakinya,” ujar Syaikh Muslim itu.
“Tidak semudah itu,” jawab lelaki Majusi.
“Ambillah uang seribu dinar dariku dan kemudian serahkan mereka padaku,” desak Syaikh Muslim itu.
“Aku tidak akan melepaskannya. Mereka telah tinggal di rumahku dan dari mereka aku telah
mendapatkan berkahnya,” jawab lelaki Majusi itu.
“Tidak boleh, engkau harus menyerahkannya,” ujar lelaki Muslim itu seolah-olah mengancam.    
Maka, lelaki Majusi pun menegaskan kepada tokoh Muslim itu, “Akulah yang berhak menentukan apa yang kamu minta. Dan istana yang pernah kamu lihat dalam mimpi itu adalah diciptakan untukku!
“Apakah kamu bisa menunjukkan keislamanmu kepadaku? sahut Sayikh Muslim itu.
Demi Allah, tidaklah aku tertidur tadi malam, melainkan aku dan keluargaku telah masuk Islam di atas tangan perempuan yang mulia ini, dan aku pun telah bermimpi sbagaimana yang kamu mimpikan, serta Rasulullah SAW sendiri telah pula bersabda kepadaku, “Adakah wanita Alawiyah beserta anaknya itu padamu?”
“Ya, benar,” jawabku.
“Istana itu adalah milikmu dan seluruh keluargamu. Kamu dan semua keluargamu termasuk penduduk surga, kerana Allah ‘azza wa jalla sejak zaman azali telah  menciptakanmu sebagai orang Mukmin,” sabda Baginda kembali.

يا شفع الخلق الصلاة والسلام ◊ عليك نورالخلق هادي الانام
واصله وروحه ادركني ◊ فقد ظلمت ابدا وربني
وليس لى ياسيدى سوا كا ◊ فإتردكنت شخصاهالكا
ياسيّدى يارسول الله ، ياسيّدى يارسول الله ، ياسيّدى يارسول الله

والله أعلام بالصواب

*)sumber: http://madinatulilmi.com dengan berbagai edit dengan tidak mengurangi makna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar