LARILAH KEMBALI KEPADA ALLAH

Larilah Kembali Kepada Allah photo faringfirrugraveigravelaringllaringh_zpsb9f801c3.gif
Bacalah Selalu Lisan Maupun dalam Hati "YAA SAYYIDII YAA RASUULALLAH"

Selasa, 19 April 2011

AQIQAH


Pengertian ‘Aqiqah
Menurut bahasa ‘Aqiqah artinya : memotong. Asalnya dinamakan ‘Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur.
Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ke 7, 14, atau 21. Jumlahnya 2 ekor untuk bayi laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan.

Selasa, 22 Maret 2011

5 KEGELAPAN DAN 5 PENERANGNYA


Imam Muhammad Nawawi Al Bantani dalam bukunya Nashaihul ‘Ibad, mengutip penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani yang meriwayatkan washiat Abu Bakar Ash-Shidiq ra.
“Kegelapan itu ada lima dan lampu penerangnya pun ada lima, yaitu:
• Cinta dunia adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah ketaqwaan.
• Berbuat dosa adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bertobat.
• Kubur adalah kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bacaan: ‘Laa ilaha illallaah Muhammadur Rosuulullaah.’
• alam akhirat itu penuh kegelapan, sedangkan penerangnya adalah amal shalih.
• Shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) sangat gelap, sedangkan penerangnya adalah yaqin.”

Kamis, 17 Maret 2011

NABI MUHAMMAD SAW BUKAN MANUSIA BIASA


Segala puji bagi Allah SWT yang dengan ke-Esaan dan Kuasa-Nya telah mengkaruniakan segala sesuatu kepada kita. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Baginda Rasulullah saw, Makhluk terbaik dan termulia dan ahlul baitnya yang suci, para pengikut Beliau yang setia ila yaumil qiyamah. Juga salam hormat yang agung dan rindu bathin yang terus bergelora kami haturkan kepada para Kekasih Allah yang dimuliakan Allah SWT terutama Sulthanul Auliyaa fii hadzaz zaman radhiallaahu anh. Dengan penuh harap semoga para Kekasih Allah SWT tersebut terus memancarkan bimbingan batiniahnya kepada kita bersama. Amiin.

Dan Allah memilih Nabi Muhammad Saw sebagai rasul dan nabi; sebagai penutup para nabi dan para rasul, dan menjadi pembawa cahaya yang menerangi hati dan menyinari jiwa… “Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi”. Al-Ahzab : 45-46). Dan Rasul saw. “Terhadap orang-orang yang beriman sangat santun dan sayang”. (At-taubah : 128), juga pembawa rahmat bagi sekalian alam, “Dan tidaklah Kami utus engkau kecuali sebagai rahmat sekalian alam”. (Al-Anbiya : 107), oleh karena itu mari kita berseru: “Rasulullah SAW adalah tauladan kami, Rasulullah Saw adalah Pemimpin kami, yaa sayyidii yaa Rasuulallah....”

Kamis, 03 Maret 2011

FUNGSI DAN KEDUDUKAN RASUULULLAH SAW


Segala puji bagi Allah SWT yang dengan ke-Esaan dan Kuasa-Nya telah mengkaruniakan segala sesuatu kepada kita.
Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Baginda Rasulullah saw, Makhluk terbaik dan termulia  dan ahlul baitnya yang suci.
Juga salam hormat yang agung dan rindu bathin yang terus bergelora kami haturkan kepada para Kekasih Allah yang dimuliakan Allah SWT terutama Sulthanul Auliyaa fii hadzaz zaman radhiallaahu anh. Dengan penuh harap semoga para Kekasih Allah SWT tersebut terus memancarkan bimbingan batiniahnya kepada kita bersama. Amiin.

Senin, 07 Februari 2011

MAULIDUR-RASUUL SAW



Marhaban yaa marhaban yaa marhaban,
marhaban jaddal husaini marhaban.
Yaa nabii salaam ‘alaiika yaa rasuul salaam ‘alaika.
Yaa habiib salaam ‘alaika shalawaatullaah ‘alaika.
Asyraqal badru’alainaa fakhtafat minhul buduruu.
"Selamat datang, selamat datang
wahai kakek Hasan dan Husein, selamat datang.
Wahai Nabi, semoga kesejahteraan selalu melimpah kepadamu.
Wahai Rasul, semoga kesejahteraan selalu melimpah kepadamu.
Wahai kekasih, semoga kesejahteraan selalu melimpah kepadamu.
Semoga rahmat Allah selalu tercurah kepadamu.
Telah terbit bulan purnama kepada kita,
maka bersembunyi dan suramlah semua bulan
karena soratan cahaya purnamamu…."
(Maulid Al-Barzanji)

Jumat, 04 Februari 2011

PEJUANG SEJATI: MEMPERJUANGAKAN KELUARGA DAN UMAT


Malam telah larut, ketika seorang pemuda bernama Sa’ad bin Abi Waqqash terbangun dari tidurnya. Baru saja ia bermimpi yang sangat mencemaskan. Ia merasa terbenam dalam kegelapan, kerongkongannya terasa sesak, nafasnya terengah-engah, keringatnya bercucuran, keadaan sekelilingnya gelap-gulita. Dalam keadaan yang demikian dahsyat itu, tiba-tiba dia melihat seberkas cahaya dari langit yang terang-benderang. Maka dalam sekejap, berubahlah dunia yang gelap-gulita menjadi terang benderang dengan cahaya tadi. Cahaya itu menyinari seluruh rumah penjuru bumi. Bersamaan dengan sinar yang cemerlang itu, Sa’ad bin Abi Waqqash melihat tiga orang lelaki, yang setelah diamati tidak lain adalah Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar bin Abi Quhafah dan Zaid bin Haritsah.

DOSA PRIMORDIAL

Pada suatu hari, Rasulullah SAW ditanya tentang kebajikan dan keburukan (dosa). Jawabnya, "Kebajikan (al-birr) adalah budi pakerti luhur (husn al-huluq), sedangkan keburukan atau dosa (al-itsm) adalah apa yang membuat hatimu resah, dan kamu tidak ingin orang lain mengetahuinya." (HR. Muslim dari Ibn Sam`an al-Anshari).

Hakikat dosa, kata pakar hadis al-Munawi, adalah sesuatu yang membuat jiwa tak tenang dan hati tak tenteram. Hal ini, karena menurut fitrahnya, manusia lebih condong kepada kebenaran. Hati ibarat cahaya yang bersih dan terang. Oleh sebab itu, bila orang melakukan kebaikan, maka akan timbul sinergi dan harmoni (antara dua cahaya), yang selanjutnya mendatangkan kedamaian. Sebaliknya, demikian al-Munawi, jika orang melakukan kejahatan (dosa), maka cahaya hati bakal meredup dan tak terjadi sinergi, sehingga timbul kegelisahan. (Faydh al-Qadir :3/825).

Rabu, 26 Januari 2011

MENTAATI SERUAN ALLAH SWT DAN RASUULULLAH SAW



Surah Al Anfal 24 - 25
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu [605], Ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya [606] dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Selasa, 18 Januari 2011

MENGAPA HATI KITA MEMBATU?


Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim [2722]).

Selasa, 11 Januari 2011

AIR MATA KERINDUAN UNTUK SANG PENCINTA SEJATI

Langit Madinah kala itu mendung. Bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman dan kesedihan. Seluruh manusia bersedih, burung-burung enggan berkicau, daun dan mayang kurma enggan melambai, angin enggan berhembus, bahkan matahari enggan nampak. Seakan-akan seluruh alam menangis, kehilangan sosok manusia yang diutus sebagai rahmat sekalian alam. Di salah satu sudut Masjid Nabawi, sesosok pria yang legam kulitnya menangis tanpa bisa menahan tangisnya.
Waktu shalat telah tiba. Bilal bin Rabah, pria legam itu, beranjak menunaikan tugasnya yang biasa: mengumandangkan adzan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Suara beningnya yang indah nan lantang terdengar di seantero Madinah. Penduduk Madinah beranjak menuju masjid. Masih dalam kesedihan, sadar bahwa pria yang selama ini mengimami mereka tak akan pernah muncul lagi dari biliknya di sisi masjid.

Sabtu, 08 Januari 2011

TANGISAN BILAL BIN RABAH RA (Muadzin Rasulullah SAW)


Jika nama Abu Bakar disebut, Al-Faruq Umar bin al-Khaththab -Radhiallaahu ‘Anhu berkata, “Abu Bakar adalah tuan kami, dan dia membebaskan tuan kami.” Yakni Bilal. Orang yang disebut Umar sebagai “tuan kami” adalah benar-benar orang yang mulia dan mempunyai kedudukan yang agung.
Ia adalah mu’adzin Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Ia adalah hamba yang disiksa oleh tuannya dengan batu yang telah dipanaskan un-tuk memurtadkannya dari agamanya, tapi ia berkata, “Ahad, Ahad.. (Allah Yang Esa).”
Ia hidup sebagai hamba sahaya, hari-harinya berlalu tanpa beda dan buruk. Ia tidak punya hak pada hari ini, dan tidak punya harapan pada esok hari. Seringkali ia mendengar tuan-nya, Umayyah, berbicara bersama kawan-kawannya pada suatu waktu dan para anggota kabilah di waktu lain tentang Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, dengan pembicaraan yang meluapkan amarah dan ke-dengkian yang sangat.